ADSENSE 336 x 280
E-Flyer Hari Peduli Sampah Nasional 2019. Foto: Kemen LHK RI
Jakarta, Kejarfakta.com -- Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman Jenderal TNI Purn Luhut Binsar Pandjaitan kembali mengingatkan rakyat Indonesia tentang bahaya perilaku membuang sampah sembarangan, utamanya sampah plastik.
Mengutip data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen-LHK), Luhut menyatakan, 80 persen sampah di laut Indonesia berasal dari darat.
Mesti ada gerakan perubahan terus menerus untuk menggerus budaya tidak terpuji, buang sampah tidak pada tempatnya. Negara hadir mendorong gerakan nasional Indonesia bersih dan bebas dari sampah. Keseriusan pemerintah Indonesia menangani menangani masalah sampah dan limbah juga terus berproses.
Demikian petikan sambutan Menko Luhut dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional Gerakan Indonesia Bersih bertema "Indonesia Bersih", dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2019, di
ADSENSE Link Ads 200 x 90
Gedung Manggala Wanabakti, Senayan, Jakarta, Kamis (21/2/2019).
Didampingi Menteri LHK Dr Ir H Siti Nurbaya Bakar, Menko Luhut berpidato di hadapan sejumlah Menteri Kabinet Kerja, dan kepala daerah se-Indonesia.
Sebelumnya, 31 Oktober 2018, di depan sekitar 40 walikota dari kota-kota tujuan wisata dan pesisir, peserta Lokakarya Nasional Penanganan Sampah Padat di Kawasan Regional, Perkotaan, dan Destinasi Pariwisata, di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Luhut mengutip hasil studi Harvard Medical School, bahwa 50 persen ikan-ikan di laut sudah tercemar sampah plastik karena mereka memakan sampah plastik atau mikroplastik.
Jika ibu hamil mengkonsumsi ikan tersebut maka bayinya bisa menderita stunting atau "kuntet".
"Indonesia sendiri produsen sampah plastik laut nomor 2 terbesar setelah Tiongkok, dengan produksi 1 juta ton per tahun. Jumlah ini setara dengan 1 truk sampah plastik ditumpahkan setiap 10 menit ke laut," ungkap Luhut, yang membuktikan sendiri kebenaran informasi larangan penggunaan kantong plastik di 130 pusat belanja modern di Banjarmasin dengan mencoba berbelanja di sana, saat itu.
Dalam akun media sosialnya, Luhut mengistilahkan hal itu, satu contoh revolusi mental yang nyata. Seraya berharap, pemimpin daerah lain dapat mencontoh Banjarmasin dan melakukan gerakan masif memerangi sampah plastik.
Hingga berita ini disusun, pidato Luhut baru saja usai, dilanjutkan pemaparan Menko PMK Puan Maharani.
Redaksi turut mengucapkan Selamat Hari Peduli Sampah Nasional 2019. Mari terus kita budayakan buang sampah pada tempatnya, demi nasib dan masa depan anak cucu cicit kita. [red/Muzzamil]
from berita lampung | beritaonline | berita lampung barat | KejarFakta.com https://ift.tt/2tskcQm
via IFTTT
ADSENSE 336 x 280
dan
ADSENSE Link Ads 200 x 90
Didampingi Menteri LHK Dr Ir H Siti Nurbaya Bakar, Menko Luhut berpidato di hadapan sejumlah Menteri Kabinet Kerja, dan kepala daerah se-Indonesia.
Sebelumnya, 31 Oktober 2018, di depan sekitar 40 walikota dari kota-kota tujuan wisata dan pesisir, peserta Lokakarya Nasional Penanganan Sampah Padat di Kawasan Regional, Perkotaan, dan Destinasi Pariwisata, di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Luhut mengutip hasil studi Harvard Medical School, bahwa 50 persen ikan-ikan di laut sudah tercemar sampah plastik karena mereka memakan sampah plastik atau mikroplastik.
Jika ibu hamil mengkonsumsi ikan tersebut maka bayinya bisa menderita stunting atau "kuntet".
"Indonesia sendiri produsen sampah plastik laut nomor 2 terbesar setelah Tiongkok, dengan produksi 1 juta ton per tahun. Jumlah ini setara dengan 1 truk sampah plastik ditumpahkan setiap 10 menit ke laut," ungkap Luhut, yang membuktikan sendiri kebenaran informasi larangan penggunaan kantong plastik di 130 pusat belanja modern di Banjarmasin dengan mencoba berbelanja di sana, saat itu.
Dalam akun media sosialnya, Luhut mengistilahkan hal itu, satu contoh revolusi mental yang nyata. Seraya berharap, pemimpin daerah lain dapat mencontoh Banjarmasin dan melakukan gerakan masif memerangi sampah plastik.
Hingga berita ini disusun, pidato Luhut baru saja usai, dilanjutkan pemaparan Menko PMK Puan Maharani.
Redaksi turut mengucapkan Selamat Hari Peduli Sampah Nasional 2019. Mari terus kita budayakan buang sampah pada tempatnya, demi nasib dan masa depan anak cucu cicit kita. [red/Muzzamil]
from berita lampung | beritaonline | berita lampung barat | KejarFakta.com https://ift.tt/2tskcQm
via IFTTT
0 Response to "Luhut : 80 Persen Sampah Laut Indonesia, Berasal Dari Darat, Nah Lho!"
Post a Comment