ADSENSE 336 x 280
Muaradua, Kejarfakta.com -- Unit Jajaran Polres OKU Selatan yang dipimpin langsung oleh Kapolres OKU Selatan AKBP Deny Agung Andriana, S.Ik., M.H. telah melakukan Pres Confrence/Pres Release terkait Ungkap Kasus dan Konfirmasi Hoax Penculikan, Senin (26/11/2018).
Dalam kesempatan ini Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten OKU Selatan, Firman Bastari, S.STP., M.Si., v bersama Tim Dinas Kominfo dan Beberapa Media Massa baik cetak maupun elektronik di Kabupaten OKU Selatan ikut hadir memenuhi undangan Kapolres OKU Selatan terkait Ungkap Kasus dan Konfirmasi Hoax Penculikan.
Pada Press Release, hadir langsung orang tua dari siswi tersebut, dan menjelaskan bahwasannya berita yang selama ini beredar terkait penculikan anaknya adalah Hoax atau tidak benar adanya.
Perkembangan hasil penyelidikan yang dilakukan Tim Sat Reskrim Polres OKU Selatan bersama Kapolsek Simpang Martapura terkait dengan informasi adanya penculikan seorang siswi SMA Kelas XII beberapa waktu yang lalu.
Bahwa Tim Sat Reskrim bersama Kapolsek Simpang Martapura telah melakukan introgasi siswi tersebut dan yang bersangkutan membenarkan bahwa dirinya telah diculik, namun dari hasil pengamatan terhadap yang bersangkutan tidak ditemukan tanda-tanda bekas penculikan pada tubuh korban.
Kemudian pada hari Rabu Tanggal 14 November 2018, Sekira pukul 23.00 Wib, Tim Sat Reskrim bersama Kapolsek Simpang Martapura kembali melakukan
ADSENSE Link Ads 200 x 90
interogasi terhadp siswi tersebut di rumahnya dan yang bersangkutan didampingi oleh orang tuanya dan kepala lingkungan setempat menyatakan bahwa peristiwa penculikan terhadap yang bersangkutan (siswi) adalah TIDAK BENAR dan hanya karangan dari siswi tersebut.
Siswi tersebut menerangkan bahwa pada hari senin, tanggal 12 November 2018, setelah selesai jam sekolah yang bersangkutan (siswi) pulang ke rumah lalu yang bersangkutan mengemasi pakaian, kemudian dimasukkan ke dalam tas sekolah yang bersangkutan. Sekira Pukul 17.00 Wib, yang bersangkutan ke luar dari rumah kemudian menumpang ojek untuk pergi ke pasar tengah Muaradua. Setelah sampai di pasar tengah lalu yang bersangkutan naik sebuah mobil warna hitam dan mengarah ke Baturaja Kabupaten OKU.
Setelah sampai di Baturaja, yang bersangkutan turun d Terminal Pasar Baru Baturaja, pada saat itu yang bersangkutan hanya membawa uang sebesar Rp. 10.000,-. Kebingungan karena tidak tahu arah dan tujuan, lalu yang bersangkutan duduk dan menangis di tempat tersebut.
Pada saat itu sekira pukul 20.00 Wib, yang bersangkutan bertemu dengan ustad Hasbullah, warga Baturaja, dan mengaku bahwa ia telah diculik dan berhasil meloloskan diri. Selanjutnya dibawa ke rumah Ustad Hasbullah, dan Sekira pukul 20.30 Wib, ustad Hasbullah menghubungi keluarga yang bersangkutan via telepon untuk memberitahu perihal yang dialami oleh yang bersangkutan.
Sekira pukul 22.00 Wib, keluarga yang bersangkutan berangkat dari Muaradua menuju Baturaja dan sekira pukul 01.00 Wib, yang bersangkutan dibawa kembali ke Muaradua.
Motif yang bersangkutan (siswi) takut dimarahi oleh orangtuanya dikarenakan yang bersangkutan pergi dari rumah tanpa pamit.
Semoga dengan adanya kasus ini, masyarakat Kabupaten OKU Selatan khususnya dapat lebih pintar menerima isu-isu yang belum pasti kebenaranya yang mengarah ke hoax. Hubungi pihak berwenang seperti kepolisian dan dinas terkait apabila menemukan informasi atau kabar yang belum pasti kebenarannya. Jangan sampai mudah percaya, dan ikut menyebarkan berita hoax. (*)
from berita lampung | beritaonline | berita lampung barat | KejarFakta.com https://ift.tt/2PYbdEb
via IFTTT
ADSENSE 336 x 280
dan
ADSENSE Link Ads 200 x 90
Siswi tersebut menerangkan bahwa pada hari senin, tanggal 12 November 2018, setelah selesai jam sekolah yang bersangkutan (siswi) pulang ke rumah lalu yang bersangkutan mengemasi pakaian, kemudian dimasukkan ke dalam tas sekolah yang bersangkutan. Sekira Pukul 17.00 Wib, yang bersangkutan ke luar dari rumah kemudian menumpang ojek untuk pergi ke pasar tengah Muaradua. Setelah sampai di pasar tengah lalu yang bersangkutan naik sebuah mobil warna hitam dan mengarah ke Baturaja Kabupaten OKU.
Setelah sampai di Baturaja, yang bersangkutan turun d Terminal Pasar Baru Baturaja, pada saat itu yang bersangkutan hanya membawa uang sebesar Rp. 10.000,-. Kebingungan karena tidak tahu arah dan tujuan, lalu yang bersangkutan duduk dan menangis di tempat tersebut.
Pada saat itu sekira pukul 20.00 Wib, yang bersangkutan bertemu dengan ustad Hasbullah, warga Baturaja, dan mengaku bahwa ia telah diculik dan berhasil meloloskan diri. Selanjutnya dibawa ke rumah Ustad Hasbullah, dan Sekira pukul 20.30 Wib, ustad Hasbullah menghubungi keluarga yang bersangkutan via telepon untuk memberitahu perihal yang dialami oleh yang bersangkutan.
Sekira pukul 22.00 Wib, keluarga yang bersangkutan berangkat dari Muaradua menuju Baturaja dan sekira pukul 01.00 Wib, yang bersangkutan dibawa kembali ke Muaradua.
Motif yang bersangkutan (siswi) takut dimarahi oleh orangtuanya dikarenakan yang bersangkutan pergi dari rumah tanpa pamit.
Semoga dengan adanya kasus ini, masyarakat Kabupaten OKU Selatan khususnya dapat lebih pintar menerima isu-isu yang belum pasti kebenaranya yang mengarah ke hoax. Hubungi pihak berwenang seperti kepolisian dan dinas terkait apabila menemukan informasi atau kabar yang belum pasti kebenarannya. Jangan sampai mudah percaya, dan ikut menyebarkan berita hoax. (*)
from berita lampung | beritaonline | berita lampung barat | KejarFakta.com https://ift.tt/2PYbdEb
via IFTTT
0 Response to "Polres OKU Selatan Gelar Press Release Terkait Kasus Hoax Penculikan Siswa SMA"
Post a Comment